Daryantoassignment_ind 01/06/2019date_range

Desktop Environment

Desktop environment atau Lingkungan desktop umumnya merujuk ke gaya grafis antarmuka pengguna (GUI=Graphical User Interface) yang mememperlihatkan kiasan desktop di layar komputer modern. Lingkungan desktop adalah alternatif yang paling populer sebagai pengganti antarmuka baris perintah (command line interface) (CLI) yang saat ini umumnya digunakan terbatas oleh para pakar komputer.

Sistem operasi seperti Microsoft Windows dan Mac OS X masing-masing mempunyai lingkungan desktop tersendiri. UNIX/Linux juga mempunyai berbagai lingkungan desktop, diantaranya yang terpopuler adalah GNOME dan KDE.


 

Macam-macam desktop environment yang paling banyak digunakan di sistem operasi GNU/Linux :

1. KDE Plasma

KDE (K Desktop Environment) adalah lingkungan desktop (desktop environment) dan platform pengembangan aplikasi yang dibangun dengan toolkit Qt dari Trolltech. KDE dapat ditemui pada berbagai sistem Unix, termasuk Linux, BSD, dan Solaris. KDE juga tersedia untuk Mac OS X dengan bantuan lapisan X11 dan untuk Microsoft Windows dengan bantuan Cygwin.

Keunggulan utama KDE adalah kemudahan pemakaian, fleksibilitas, portabitilis, dan kekayaan fitur. KDE dikembangkan sejalan dengan KDevelop, paket pengembangan perangkat lunak, dan KOffice, paket aplikasi office.

Huruf "K" mulanya adalah untuk "Kool", tetapi selanjutnya diganti menjadi "K" saja, yang berarti "Huruf pertama sebelum 'L' (untuk Linux) dalam alfabet Latin."

Maskot dari proyek KDE adalah naga hijau bernama Konqi. Konqi dapat dijumpai di berbagai aplikasi, Konqi mempunyai pacar yang bernama Katie. Sebelumnya pada versi 1.x dan 2.x maskot proyek KDE adalah Kandalf si penyihir, tetapi diganti karena isu hak cipta (menyerupai Gandalf).


 

2. GNOME

GNOME adalah lingkungan desktop dan antarmuka grafik pengguna yang berjalan di atas sistem operasi. GNOME secara keseluruhan terdiri dari perangkat lunak bebas dan gratis. GNOME merupakan proyek internasional untuk menciptakan kerangka, aplikasi perangkat lunak untuk desktop, dan juga untuk mengatur peluncuran, penanganan file dan manajemen tugas jendela (window).

GNOME dikembangkan oleh The GNOME Project, yang terdiri dari sukarelawan dan kontributor berbayar, perusahaan kontributor terbesar adalah Red Hat. Ini adalah proyek internasional yang bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja perangkat lunak untuk pengembangan perangkat lunak, memprogram aplikasi pengguna akhir berdasarkan kerangka kerja ini, dan untuk mengkoordinasikan upaya internasionalisasi dan lokalisasi dan aksesibilitas perangkat lunak tersebut.

GNOME adalah bagian dari proyek GNU dan dapat digunakan di kebanyakan sistem operasi Unix-like.


 

3. XFCE

XFCE merupakan perangkat lunak bebas desktop untuk Unix dan platform mirip Unix lainnya, seperti Linux, Solaris dan BSD. Tujuannya: cepat, ringan, menarik secara visual dan mudah digunakan.

Versi saat ini, 4.4, bersifat modular dan dapat digunakan lagi. Ia terdiri dari komponen-komponen yang terpisah yang secara bersama menyediakan fungsi desktop sepenuhnya, namun komponen-komponen tersebut juga dapat dipilih dalam subset untuk membuat lingkungan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Xfce terutama digunakan karena kemampuannya untuk menjalankan desktop modern pada perangkat keras yang relatif sederhana.

Xfce berbasis perangkat bantu GTK+2 (sama seperti GNOME). Ia menggunakan window manager Xfwm, yang dijelaskan di bawah ini. Konfigurasinya sepenuhnya digerakkan melalui tetikus (mouse), dan file-file konfigurasi disembunyikan dari pengguna biasa.

Xfce mula-mula mirip dengan CDE yang komersial, tetapi dengan pengembangan setiap versi barunya menjadi semakin berbeda.